RSS

LAPORAN PERCOBAAN PERUBAHAN ENTALPI REAKSI REAKSI NaOH DAN HCl MENGGUNAKAN KALORIMETER

TUGAS KIMIA
LAPORAN PERCOBAAN

PERUBAHAN ENTALPI REAKSI
Reaksi NaOH dan HCl
Menggunakan KALORIMETER

Disusun Oleh :
MUTIARA ROSA
XI IPA 1

MAN 2 Model Pekanbaru
2010





A. Judul Pratikum : PERUBAHAN ENTALPI REAKSI

B. Pengolahan Data :

    Kalorimetri adalah pengukuran panas secara kuantitatif yang masuk selama proses kimia. Kalorimeter adalah alat untuk mengukur panas dari reaksi yang dikeluarkan. Berikut adalah gambar calorimeter yang kompleks dan yang sederhana. Kalorimetri adalah pengukuran kuantitas perubahan panas. Sebagai contoh,jika energi dari reaksi kimia eksotermal diserap air, perubahan suhu dalam air akan mengukur jumlah panas yang ditambahkan. Kalorimeter digunakan untuk menghitung energi dari makanan dengan membakar makanan dalam atmosfer dan mengukur jumlah energi yang meningkat dalam suhu kalorimeter.
Bahan yang masuk kedalam kalorimetri digambarkan sebagai volume air, sumber panas yang dicirikan sebagai massa air dan wadah atau kalorimeter dengan massanya dan panas spesifik. Keseimbangan panas diasumsikan setelah percobaan perubahan suhu digunakan untuk menghitung energi tercapai.

1. Tujuan

Menentukan perubahan entalpi dari reaksi natrium hidroksida (NaOH) dan asam   klorida (HCL) yang menghasilkan satu mol air sesuai dengan persamaan reaksi berikut :
NaOH(aq) + HCL(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)
2. Alat dan Bahan :

a. Sebuah Kalorimeter beserta pengaduknya ( 1 buah )
b. Termometer 0 – 100 oC ( 1 buah )
c. Gelas Plastik 100 mL ( 1 buah )
d. Gelas Ukur 100 mL ( 1 buah )
e. Larutan NaOH 1 M ( 25 mL )
f. Larutan HCl 1 M ( 25 mL )
g. Buku tulis (untuk mencatat hasil percobaannya).

3. Cara Keja

a. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, peralatan yang akan digunakan harus bersih.

b. Masukan larutan NaOH dan HCl masing-masing kedalam gelas plastik. Ukurlah temperatur larutan NaOH dan HCL tersebut sebelum direaksikan. Termometer juga harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan untuk mengukur temperatur larutan yang berbeda. Catatlah suhu mula-mula larutan tersebut.

c. Setelah itu ukur massa larutan NaOH dan HCl tadi digelas ukur. masing-masing 25 mL.

d. Kemudian campurkan kedua larutan tersebut kedalam Kalorimeter.

e. Larutan tersebut terus di aduk dan ukur temperatur nya sampai suhu nya tidak naik lagi.

f. Catat hasil laporannya dibuku catatan.

C. Hasil Pengamatan ( Pembahasan )

LARUTAN
MASSA
TEMPERATUR AWAL
TEMPERATUR AKHIR (setelah digabung)
HCl 1 M
25 mL
29oC
36oC
NaOH 1 M
25 mL
29oC

HCl    → 25 mL x 1 M = 0,025 L x 1 M = 0,025 mol
NaOH → 25 mL x 1 M = 0,025 L x 1 M = 0,025 mol

Dengan reaksi :
NaOH(aq) + HCL(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)
                                                     ↓            ↓               ↓             ↓
                                              0,025 M   0,025 M       0,025 M    0,025 M

ΔH  = - Q m larutan = m air = (25 Ml + 25 mL) x 1 gr/mol
          Mol 
      = 50 Ml x 1 gr/mol
      = 50 gr
Q = m x c x ΔT (takhir-tawal)                         ( c = 4,2 j g-1oc-1 )
   = 50 gr x 4,2 j g-1oc-1 (36OC – 29OC) 
   = 50 gr . 4,2 j g-1oC-1 . 7OC
   = 1470 J = 1,470 KJ

ΔH untuk mol = -Q
                       mol
                    = - 1,470 KJ
                        0,025 mol
                    = - 58,8 KJ/mol

D. KESIMPULAN

Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengetahui besar energi yang dibebaskan pada suatu sistem.
Reaktan yang direaksikan kedalam kalorimeter akan mengubah temperatur campuran reaksi. Setelah reaksi sempurna, temperatur akhir diukur. Reaksi sempurna ditandai dengan temperatur maksimum yang terbaca oleh termometer. Dari perubahan temperatur dan nilai kapasitas panas campuran reaktan, besar kalor reaksi dapat diperkirakan dengan melakukan eksperimen diatas.
Dari percobaab tersebut dapat diperoleh, besarnya kalor reaksi (ΔH Reaksi) NaOH(aq) + HCL(aq) → NaCl(aq) + H2O(l) dengan massa = 50 gr dan perubahan temperatur (ΔT) = 36OC adalah -58,8 KJ/mol.

E. PERTANYAAN

1. Mengapa termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan untuk mengukur temperatur lain?
Jawab : Karena termometer harus steril dari zat lain yang telah digunakan. Jika termometer tidak dibersihkan sebelum di gunakan, kemungkinan termometer tersebut terdapat senyawa lain yang mengakibatkan terjadinya suatu reaksi pada larutanyang akan kita ukur suhunya.

2. Bagaimanakah cara menentukan perubahan entalpi dan kegiatan ini setelah temperatur awal dan temperatur awal terukur?
Jawab : yaitu dengan mencari perubahan energi panas. Kemudian entalpi perubahan energi panasnya menjadi negatif disebabkan melepaskan energi panas sebagaimana percobaan yang telah dilakukan.

3. Jika temperatur awal tidak sama, bagaimanakah cara anda untuk mengatasinya?
Jawab: yaitu menjumlahkan kedua suhu masing-masing larutan tersebut. Kemudian, mencari hasil rata-rata kedua suhu larutan tadi.

3 comments:

Anonymous said...

nice posting :)

AFC said...

Butuh referensi laporan kimia?
http://afri-afc.com/kimia/

AFC said...

Butuh referensi laporan kimia?
http://afri-afc.com/kimia/