Saturday, 29 January 2011

Laporan Individu Praktikum Biologi


Laporan Individu Praktek Biologi tentang Respirasi pada hewan
Disusun Oleh :
Mutiara Rosa
Kelas : XI IPA 1

==MAN 2 Model Pekanbaru==



Judul   : Laporan Praktikum Biologi “Sistem Respirasi pada jangkrik”

Tujuan : Mengetahui respirasi pada jangkik, khususnya dari ukuran tubuhnya.

Alat dan Bahan :
1. Jangkrik masing-masing ukuran kecil, sedang, dan besar.
2. Neraca
3. Respirometer
4. Vaselin 
5. Stopwatch
6. Toples kecil
7. Eosin
8. Kapas
9. Pinset
10. Kaca
11. Kristal.

Cara Kerja :
1.   Bagilah tugas masing-masing anggota kelompok yang terdiri 2-3 orang untuk melakukan uji respirasi pa jangkrik.

2.  Bersihkan respirometer dengan hati-hati dan letakkan respirometer dalam keadaan terbuka.

3.  Timbanglah berat jangkrik masing-masing ukuran menggunakan neraca, gunakan toples kecil untuk menimbangnya agar jankrik tidak lari. Ingat : sebelumnya berat toples ditimbang dahulu lalu timbang toples yang sudah dimasuki jangkrik, berat jangkrik adalah berat toples yang berisi jangkrik dikurang berat toples yang isinya kosong.

4.   Kemudian masukanlah KOH kedalam respirometer setelah itu alas dengan kapas, masukkan menggunakan pinset dengan hati-hati.

5.   Setelah itu, masukkan seekor jangkrik yang berukuran kecil ke dalam respirometer dan tutuplah respirometer lalu beri vaselin pada sambungannya penutupnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari udara masuk ke respirometer.

6.   Setelah respirometer tertutup dengan empurna maka tetesi ujung respirometer yang berskala dengan eosin. Hati-hati, jangan sampai eosin terserap keluar dari pipa berskala tersebut.

7.   Amati pergerakkan eosin pada pipa berskala tersebut dan catat perubahan kedudukan eosin pada pipa berskala setiap 5 menit ( jumlah wkatu = 15 menit ) dalam tabel pengamatan. 

8.   Setelah 15 menit kemudian maka segera keluarkan serangga dan bersihkan respirometer.

9.   Ulangi untuk jangkrik ukuran sedang dan besar dengan cara kerja ke 5, 6, 7 dan 8.
10. Catatlah dalam tabel hasil pengamatan.

Hasil Pengamatan :

Tabel Pengamatan
Jangkrik
Berat ( gr )
Skala
5 menit
10 menit
15 menit
Kecil
0,15
0,88
-
-
Sedang
0,2
0,27
0,4
0,57
Besar
0,5
0,5
0,64
0,72

Pengolahan Data

1. - Jumlah perubahan skala pada jangkrik berukuran kecil ( 0,15 gr ) = 0,88
- Rata - rata = 0,88
            - Laju konsumsi O2 per 5 menit = ml/gr= 0,88/0,15 = 5,
            - Laju konsumsi O2 per jam = 5,87 x 12 =70,4

2. - Jumlah perubahan skala pada jangkrik berukuran sedang ( 0,2 gr ) = 1,24
- Rata - rata = 0,41
- Laju konsumsi O2 per 5 menit = ml/gr = 0,41/0,2 = 2,05
- Laju konsumsi O2 per jam = 2,05 x 12 = 24,6


       3. - Jumlah perubahan skala pada jangkrik berukuran besar ( 0,5 gr ) = 1,86
- Rata – rata = 0,62
- Laju konsumsi O2 per 5 menit = ml/gr = o,62/0,5 = 1,24
- Laju konsumsi O2 per jam = 1,24 x 12 = 14,88


Pertanyaan :
1. Apa fungsi KOH pada percobaan tersebut ?
      Jawab : Untuk mengikat CO2, sehingga pergerakan dari eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen.

2. Apakah yang menyebabkan terjadinya pergeseran eosin dalam percobaan ini?
       Jawab : karena jangkrik berusaha menghirup oksigen (O2) dari luar melalui tabung kapiler berskala, sehingga setiap jangkrik memperoleh oksigen eosin akan bergerak.


Kesimpulan :

       Pada hasil di atas jelas sekali bahwa ukuran tubuh mempegaruhi laju pernapasan, semakin kecil ukuran dan berat tubuh maka semakin cepat pernapasannya. Walaupun diatas ada sedikit kegagalan yaitu pernapasan pada jangkrik besar tidak sebagaimana mestinya. Karena pada jangkrik yang berukuran besar melakukan aktifitas yang berkemungkinan banyak melakukan pergerakkan, sehingga membutuhkan banyak pernafasan dan oksigen. Ternyata aktifitas yang banyak bergerak dari jangkrik juga memengaruhi laju pernapasan.

Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan pernasan adalah respirometer. 

        Respirometer adalah alat yang dapat digunakan untuk mengukur kecepatan pernapasan beberapa macam organisme hidup seperti serangga, bunga, akar, kecambah yang segar. Jika tidak ada perubahan suhu berarti, kecepatan pernapasan dapat dinyatakan dalam ml/detik/g, yaitu banyaknya oksigen digunakan oleh makhluk percobaan tiap 1 gram berat tiap detik.

        Prinsip kerja respirometer adalah Alat ini bekerja atas suatu prinsip bahwa dalam pernafasan ada oksigen yang digunakan oleh organisme ada karbondioksida yang dikeluarkan olehnya. Jika organisme yang bernapas itu disimpan dalam ruang tertutup dan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh organisme dalam ruang tertutup itu diikat, maka penyusutan udara akan terjadi. Kecepatan penyusutan udara dalam ruang itu dapat dicatat (diamati) pada pipa kapiler berskala.

1 comment:

Anonymous said...

trima kasih banyak kakaaa ! :) :)